Episode Gading Serpong menjadi official venue partner dalam kolaborasi Hong Kong Tourism Board (HKTB) dan desainer Indonesia Nada Puspita melalui inisiatif bertajuk Intertwined. Kolaborasi ini memperkenalkan beragam pengalaman wisata Hong Kong kepada audiens Indonesia melalui perpaduan fashion, budaya, kuliner, dan eksplorasi destinasi.
Keterlibatan Episode Gading Serpong dalam inisiatif ini menandai partisipasinya dalam kegiatan yang mempertemukan sektor hospitality dengan perjalanan dan gaya hidup. Melalui kemitraan tersebut, Episode Gading Serpong menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Hong Kong melalui pendekatan yang menghubungkan karya fashion dengan pengalaman menjelajahi berbagai sisi kota.
Kolaborasi Intertwined Perkenalkan Sisi Berbeda Hong Kong
Intertwined melanjutkan kerja sama HKTB dan Nada Puspita setelah kolaborasi sebelumnya bertajuk Postcard from Hong Kong. Mengusung tema From Hong Kong, with Love, inisiatif ini mengajak wisatawan Indonesia mengenal Hong Kong melalui pengalaman yang lebih personal, mulai dari kawasan bersejarah dan seni jalanan hingga kuliner serta kehidupan urban.
Dalam perjalanan tersebut, Indah Nada Puspita, Founder & Creative Director Nada Puspita, bersama Zyta Delia Rahma mengeksplorasi sejumlah lokasi yang memperlihatkan keragaman karakter Hong Kong. Pendekatan ini menghadirkan perspektif perjalanan yang tidak hanya berfokus pada tempat wisata populer, tetapi juga pada cerita dan suasana yang membentuk identitas setiap kawasan.
Bagi Episode Gading Serpong, peran sebagai official venue partner menjadi bagian dari keterlibatan dalam kolaborasi yang menghubungkan berbagai pengalaman lintas industri. Kehadiran mitra venue turut menjadi bagian dari penyelenggaraan inisiatif yang mempertemukan nama-nama dari sektor hospitality, fashion, dan pariwisata.
Fashion dan Destinasi dalam Satu Perjalanan
Koleksi Intertwined dari Nada Puspita menampilkan motif monogram dengan garis-garis yang berulang dan saling terhubung. Rangkaian koleksinya mencakup gaun bersiluet A-line, blus dengan detail pita dan renda, serta scarf yang dapat dipadukan dalam berbagai gaya.
Koleksi tersebut dibawa menjelajahi sejumlah lokasi di Hong Kong, menciptakan hubungan antara fashion dan karakter destinasi yang dikunjungi. Salah satunya adalah Blue House di Wan Chai, bangunan bersejarah dengan fasad biru yang ikonis. Perjalanan juga mencakup Art Lane di Sai Ying Pun, kawasan yang dihiasi karya seni jalanan berwarna-warni.
Di kawasan Central, eksplorasi berlanjut ke Pottinger Street dan Central–Mid-Levels Escalators, yang memperlihatkan dinamika kehidupan urban Hong Kong. Keduanya juga mengunjungi Jamia Mosque, salah satu masjid bersejarah di kota tersebut sekaligus landmark penting bagi komunitas Muslim.
Selain mengunjungi lokasi budaya dan arsitektur, perjalanan ini turut menghadirkan pengalaman kuliner. Sejumlah tempat yang dikunjungi meliputi Chrisly Café di Tsim Sha Tsui, Marouf Coffee, Little Sheep Village Hot Pot, dan Cookies Quartet. Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan pilihan aktivitas yang dapat melengkapi perjalanan wisatawan ketika menjelajahi Hong Kong.
Hong Kong Perkuat Daya Tarik bagi Wisatawan Muslim
Selain keragaman budaya dan kulinernya, Hong Kong juga terus mengembangkan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi kolaborasi, Hong Kong memiliki hampir 290 fasilitas dan usaha ramah Muslim, termasuk 222 restoran bersertifikasi halal dan milik Muslim serta 61 hotel berperingkat CrescentRating.
Dalam Halal in Travel Awards 2026, Hong Kong menempati posisi kedua dalam kategori Muslim-friendly Destination of the Year untuk destinasi di luar negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Non-OIC). Hong Kong juga mempertahankan posisi pertama dalam kategori Muslim-friendly Accessible Travel Destination dan posisi kedua dalam kategori Muslim Women Friendly Travel Destination, keduanya untuk destinasi Non-OIC.
Pencapaian tersebut memperkuat daya tarik Hong Kong bagi wisatawan dengan kebutuhan perjalanan yang beragam, termasuk wisatawan Indonesia. Ketersediaan pilihan kuliner halal, akomodasi, serta destinasi budaya memberikan lebih banyak alternatif bagi pengunjung untuk merencanakan perjalanan sesuai preferensi mereka.
Melalui perannya sebagai official venue partner, Episode Gading Serpong menjadi bagian dari kolaborasi HKTB dan Nada Puspita yang mengangkat kekayaan pengalaman Hong Kong melalui fashion dan perjalanan. Keterlibatan ini menambah rangkaian aktivitas Episode Gading Serpong dalam menjalin hubungan dengan berbagai inisiatif yang relevan dengan gaya hidup dan pariwisata.
Keterlibatan dalam kolaborasi ini menjadi bagian dari perjalanan Episode Gading Serpong dalam menghadirkan pengalaman hospitality yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat masa kini. Melalui berbagai peluang kolaborasi, Episode Gading Serpong terus memperkuat kehadirannya sebagai hotel yang terhubung dengan dinamika destinasi, budaya, dan pengalaman urban di Gading Serpong.